Risma akan maju di Pilgub DKI dan akan menjadi saingan utama untuk Ahok ke pilkada periode selanjutnya membuat sejumlah kalangan elit politik
tergopoh-gopoh menyusun rencana. Banyak kalangan yang berpendapat bahwa
sangat sulit rasanya untuk mencari lawan yang sepadan dengan Ahok.
Berbagai
spekulasi mengenai siapa tokoh pemimpin yang pantas disandingkan dengan
Ahok sempat bermunculan. Sebut saja Ridwan Kamil (Walikota Bandung) dan
Ganjar Pranowo (Gubernur Jawa Tengah). Nama mereka pernah santer
terdengar disandingkan dan digadang-gadang sebagai bakal calon gubernur
DKI.
Baca Kali Ini Satu Lagi Yang Buat Heboh Netizen .... Kafe Jamban Yang Sedang Booming Sekarang Ini
Akan tetapi, mereka lebih memilih untuk fokus memimpin dan membenahi
daerah masing-masing. Saat ditanya mengenai pertarungan kursi DKI yang
sangat menyedot perhatian publik ini, mereka memutuskan untuk
melanjutkan dan menyelesaikan pemerintahan mereka.
Begitupula
dengan Walikota Surabaya, Tri Rismaharini atau yang akrab disebut dengan
Risma ini. Tentu publik ingat benar kesungguhan dan tekadnya untuk
tetap memilih Surabaya sebagai tanggung jawabnya.
Partai
Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) pun memberikan angin segar bagi
Risma untuk dapat mencalonkan diri sebagai orang nomor satu di DKI ini.
Bahkan, tanda-tanda jika Risma akan diusung menjadi salah satu calon
gubernur sudah mulai terlihat.
Pertama, Risma bersedia maju
menuju kursi DKI 1 asalkan warga Surabaya mengijinkannya. Risma sendiri
mengakui bahwa ia sebenarnya masih ingin melanjutkan program-programnya
yang masih belum terselesaikan.
“Aku loh wes onok ikatan janji
wong Suroboyo, opo maneng wes onok ikatan sumpah (saya sudah ada ikatan
janji dengan masyarakat Surabaya. Apalagi sudah ada ikatan sumpah),” aku
Risma di sela dalam acara buka bersama di kediamannya Rumah Dinasnya,
Senin (27/6/2016) seperti dilansir merdeka.com.
Ia menambahkan
bahwa suatu saat nanti jika ada warga Jakarta yang mendesaknya maju
menuju kursi DKI 1, dan datang ke Surabaya, maka orang yang bersangkutan
tersebut harus meminta izin kepada warga Surabaya untuk mendapatkan
persetujuan.
“Masyarakat Surabaya itu rela gak, saya maju untuk
mencalonkan diri maju di Pemilihan Gubernur DKI Jakarta tahun depan?”
ucapnya.
Kedua, Risma sudah mendapat wejangan dari Megawati.
Risma sendiri membantah bahwa ia telah menolak tawaran Ketua Umum PDIP,
Megawati. Selama ini, tambahnya, Megawati hanya berpesan jika ingin dan
berniat untuk menjadi Gubernur DKI setidaknya harus memiliki minimal
tiga hal.
“Bukan pinangan. Ibu itu ngomongnya, Mba Risma kalau
maju harus pakai ini (menunjuk kepala), pakai ini (menunjuk hati), pakai
ini. Gitu lho,” ujar Risma Risma usai hadiri persidangan di Mahkamah
Konstitusi, Jakarta, Rabu (7/6/2016).
Untuk dapat maju sebagai
calon gubernur DKI 1, ia menambahkan jika ia harus benar-benar rela
untuk mencalonkan diri sebagai calon gubernur.
“Maksudnya aku harus rela (untuk maju di Pilgub). Enggak bisa aku oh dipaksa gini, itu enggak bisa,” tambahnya.
http://198.54.125.147/agen-bandar-bola-terbesar-terbaik-dan-terpercaya/
ReplyDeletehttp://198.54.125.147/promo-bonus-agen-bandar-situs-judi-bola-terbaik-terbesar-terpercaya/
http://198.54.125.147/bonus-deposit-harian-agen-situs-judi-bola/
http://198.54.125.147/agen-situs-judi-bola-euro-terbaik-dan-terpercaya/
http://198.54.125.147/daftar-bola-365/